Pages

Selasa, 18 September 2018

flashing samsung not 2

Untuk sobat yang ingin tahu lebih apa sih kegunaan flash Samsung Galaxy Note 2 GT-N7100 ini, kegunaan ini bisa digunakan untuk agan yang smartphone mengalami beberapa kendala Contoh : lupa pola, brik, bootloop bahkan sobat hanya ingin mengupgrade versi androidnya. Oke langsung saja Tutorial Samsung Galaxy Note 2 GT-N7100 simak dengan teliti agar bisa berjalan dengan lancar.

Download Flashing Samsung Galaxy Note 2 GT-N7100 :

Driver samsungFirmware Samsung Galaxy Note 2 GT-N7100 (Official Indonesia)Odin 3.09

Cara Flashing Samsung Galaxy Note 2 GT-N7100

Install Driver Samsung.Extract 1 folder agar tidak bingung, Firmware dan Odin Yang sudah di download diatas.Non-aktifkan Samsung Galaxy Note 2 GT-N7100, kemudian tekan tombol (volume bawah + home + power) secara bersamaan, setelah itu akan ada notifikasi untuk masuk ke mode“downloading“, kemudian tekan tombol “volume atas/up“.Buka Aplikasi Odin 3.09 dan sambungkan kable USB Samsung Galaxy Note 2 GT-N7100 ke Laptop. Notifikasi Driver sudah kebaca pada odin pastikan seperti gambar dibawah ini. ID : COM (warna biru)Jika belum terkoneksi / berlum terdetect coba ulangi atau pastikan agan terkoneksi dengan internet agar download secara otomatis.Kemudian klik“AP/PDA”dan pilih firmware yang sudah di extract tadi, file berahiran tar.md5”Jika langkah yang diatas sudah dilakukan , Sekarang tinggal KLIK “START” dan tunggu Prosesnya sampai selesaiKetika prosesnya selesai, Nanti akan muncul Tulisan “PASS” dalam kotak bewarja hijau. dan kemudian smartphone kamu akan restart secara otomatisSelesai

Source : zo

Senin, 16 Juli 2018

Cara Membuat Batagor Sederhana

Batagor 🍢🍢

Bahan-bahan
8 buah tahu putih uk.sedang
150 gr tepung tapioka
100 gr tepung terigu
3 siung bawang putih
10 butir merica
1 butir telur ayam
1 batang daun bawang (potong²)
1/2 sdt kaldu bubuk
1/2 sdt baking soda (larutkan dgn 100ml air)
secukupnya garam
🍅 saus kacang 🍅
6 sdm kacang tanah
2 siung bawang putih
5 biji cabe rawit
secukupnya garam
secukupnya air hangat
secukupnya kecap manis

Langkah

Uleg bawang putih,merica,garam & kaldu bubuk. Hancurkan tahu...👉

Campur semua bahan jadi satu,tambahkan air yg telah dicampur dgn baking soda tadi sedikit demi sedikit sampai tercampur rata. Diamkan sampai 30 menit...👉

Setelah 30menit panaskan minyak goreng. Ambil 1 sdt adonan batagor goreng sampai matang...👉

Cara membuat saus kacang: goreng kacang tanah,sampai matang & jangan sampai gosong sisihkan. Goreng bawang putih & cabe rawit. Uleg kacang goreng setelah halus sisihkan. Uleg juga bawang & cabe. Siapkan mangkok campur kacang & bumbu yg telah dihaluskan tadi+garam. Tambahkan air hangat secukupnya,terakhir tambahkan kecap manis sesuai dgn selera...

Batagor siap dihidangkan selagi hangat...😋😋

Kamis, 29 Maret 2018

Penjelasan Bacaan Ghorib di dalam Alquran

Penjelasan Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an

Posted by saifur ashaqi

» hikmah Al-Qur'an

» Tuesday, 30 April 2013

Imam-imam qurra’ yang berjumlah tujuh atau biasa disebut dengan imam qira’ahsab’ah adalah para Imam qurra’ yang paling masyhur diantara para Imam qurra’yang lain. Diantara ketujuh imam itu ada salah satu imam qira’ah yang paling banyak diikuti bacaannya. Beliau adalah Abu Bakar Ashim bin Abi An-Najud atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Ashim. Imam Ashim berasal dari Kufah dan pernah berguru pada Imam Abu Abdurrahman As-Sulami yang merupakan murid dari Sahabat Ali bin Abi Thalib. Imam Abu Abdurrahman juga belajar Al-Qur’an dari Zurr bin Hubaisy yang merupakan murid dari Abdullah bin Mas’ud.

Imam Ashim mengajarkan Al-Qur’an yang sanadnya berasal dari jalur sahabat Ali bin Abi Thalib kepada muridnya yaitu Hafs bin Sulaiman (Hafs). Sedangkan sanad yang berasal dari sahabat Abdullah bin Mas’ud, beliau mengajarkan kepada Abu Bakar bin Iyasy Syu’bah (Syu’bah). Para Ulama yang masyhur pada masatabi’in banyak yang pernah berguru kepada Imam Ashim, diantaranya Hafs bin Sulaiman, Abu Bakar bin Iyasy Syu’bah, al-A’masy, Nua’im bin Maisarah, dan Atha’ bin Abi Rabah. Diantara murid-murid Imam Ashim tersebut hanya Hafs dan Syu’bah yang paling masyhur dan menjadi perawi utama.

Baca juga: Biografi Imam Hafsh bin Sulaiman

Qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs mulai berkembang dan menyebar luas pada masa pemerintahan Turki Utsmani yang didukung oleh banyaknya cetakan Al-Qur’an dari Arab Saudi sampai menyebar ke seluruh dunia, waktu penyebarannya terutama pada musim-musim haji. 

Gharib menurut bahasa artinya tersembunyi atau samar, sedangkan menurut istilah Ulama qurra’gharibartinya sesuatu yang perlu penjelasan khusus dikarenakan samarnya pembahasan atau karena peliknya permasalahan baik dari segi huruf, lafadz, arti maupun pemahaman yang terdapat dalam Al-Qur’an. Adapun bacaan-bacaan yang dianggap gharib(tersembunyi/samar) dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs diantaranya adalah : Imalah, Isymam,  Saktah, Tashil, Naql, Badal dan Shilah.



Perbedaan bacaan-bacaan dalam qira’ahImam Ashim riwayat Hafs dengan Imamqira’ah yang lain adalah lebih pada letak bacaan-bacaan tersebut. Berikut penjelasan tentang bacaan gharibmenurut Imam Ashim riwayat Hafs :  

1.    Imalah

Imalah menurut bahasa berasal dariwazan lafadz  أَمَالَ yaitu أَمَالَ – يَمِيْلُ – إِمَالَةًyang artinya memiringkan atau membengkokan, sedangkan menurut istilah yaitu memiringkan fathah kepada kasrah atau memiringkan alif kepada ya’. Bacaan imalah banyak dijumpai padaqira’ah Imam Hamzah dan Al-Kisa’i, diantaranya pada lafadz-lafadz yang diakhiri oleh alif layyinah, contoh: الضُّحٰىقَلٰى، سَجٰى، هُدَى,  . Sedangkan pada riwayat Imam Hafs hanya ada satu lafadz yang harus dibaca imalah yaitu pada lafadzمَجْرٰىهَا dalam QS. Hud: 41 :

وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيْهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرىٰهَا وَمُرْسٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

Dalam ilmu qira’ah, ada satu bacaan yang hampir mirip dengan bacaan imalah, yaitu bacaan taqlil yang termasuk dalam qira’ahimam Warsy. Khususnya pada lafadz yang berwazan فَعلى، فِعلى، فُعلى, namun bacaan taqlil lebih mendekati fathah seperti halnya bunyi suara “re” pada kata “mereka”. 

Sebab-sebab di-Imalahkannya lafadz “مَجْرٰىهَا” diantaranya adalah untuk membedakan antara lafadz “مَجْرٰىهَا” yang artinya berjalan di darat dengan lafadz “مَجْرٰىهَا” yang artinya berjalan di laut. Dalam salah satu kamus bahasa arab dijelaskan bahwa lafadz “مَجْرٰىهَا” berasal dari lafadz “جَرٰى” yang artinya berjalan atau mengalir dan lafadz tersebut dapat dipakai dalam arti berjalan di atas daratan maupun berjalan di atas lautan (air), namun kecenderungan perjalanan di permukaan laut (air) tidak stabil seperti halnya di daratan. Terkadang diterjang ombak kecil dan besar atau terhempas angin, sehingga sangat tepat apabila lafadz “مَجْرٰىهَا” tersebut di-Imalahkan.

2.   Isymam

Isymam artinya mencampurkan dammah pada sukun dengan memoncongkan bibir atau mengangkat dua bibir. Dalam qira’ah riwayat Hafs,Isymam terdapat pada lafadz “لَا تَأْمَنَّا” yaitu pada waktu membaca lafadz tersebut, gerakan lidah seperti halnya mengucapkan lafadz “لَا تَأْمَنُنَا” sehingga hampir tidak ada perubahan bunyi antara mengucapkan lafadz “لَا تَأْمَنَّا” dengan mengucapkan “لَا تَأْمَنُنَا”. Dengan kata lain, asal dari lafadz “لَا تَأْمَنَّا” adalah lafadz “لَا تَأْمَنُنَا”. Kalau diteliti lebih dalam, ternyatarasm utsmani hanya menulis satu nunyang bertasydid. Ada pertanyaan muncul, dimana letak dammahnya?sehingga untuk mempertemukan kedua lafadz tersebut dipilihlah jalan tengah yaitu bunyi bacaan mengikuti rasm, sedangkan gerakan bibir mengikuti lafadz asal.

Dalam qira’ah imam Ibnu Amir riwayat As-Susy, bacaan isymam dikenal dengan sebutan idgham kabir, yaitu bertemunya dua huruf yang sama dan sama-sama hidup lalu melebur menjadi satu huruf bertasydid. Dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs, hanya dikenal satu idgham saja, yaitu idgham shaghir yakni mengidghamkan dua huruf yang sama yang salah satunya mati. Menurut bahasa, bahwa lafadz “لَا تَأْمَنَّا” dapat difahami berasal dari lafadz “لَا تَأْمَنُنَا” yang terdapat dua nun yang diidharkan, nunyang pertama di rafa’kan dan yang kedua dinashabkan. Nun yang pertama dirafa’kan karena termasuk fi’il mudlariyang tidak kemasukan “amil nawashib” maupun jawazhim.

3.  Saktah

Saktah menurut bahasa berasal dariwazan lafadz  سُكُوْتًا  يَسْكُتُ -  سَكَتَ – yang artinya diam, tidak bergerak. Sedangkan menurut istilah ilmu qira’ahsaktah ialah berhenti sejenak sekedar satu alif tanpa bernafas. Dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs bacaan saktah terdapat di empat tempat yaitu : QS. Al-Kahfi: 1, QS. Yaasiin: 52, QS. Al-Qiyamah: 27 dan QS. Al-Muthafifin: 14.

Saktah pada QS. Al-Kahfi: 1, menurut segi kebahasaan susunan kalimatnya sudah sempurna. Dengan kata lain, jika seorang qari’ membaca waqaf pada lafadz عِوَجًا, sebenarnya sudah tepat karena sudah termasuk waqaf tamm. Namun apabila dilihat dari kalimat sesudahnya, ternyata ada lafadz قَيِّمَاsehingga arti kalimatnya menjadi rancu atau kurang sempurna.

Lafadz قَيِّمَا bukanlah menjadi sifat/na’at dari lafadz عِوَجًا, melainkan menjadi hal atau maf’ul bihnya lafadz lafadz عِوَجًا. Apabila lafadz قَيِّمَا menjadina’atnya lafadz عِوَجًا akan mempunyai arti : “Allah tidak menjadikan al-Quran sebagai ajaran yang bengkok serta lurus”. Sedangkan apabila menjadi hal ataumaf’ul bih akan menjadi : “Allah tidak menjadikan al-Quran sebagai ajaran yang bengkok, melainkan menjadikannya sebagai ajaran yang lurus “. Menurut Ad-Darwisy, kata قَيِّمًا dinashabkan sebagaihal (penjelas) dari kalimat وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا , sedang Az-Zamakhsyari berpendapat bahwa kata tersebut dinashabkan lantaran menyimpan fi’il berupa ” جَعَلَهُ “. Berbeda juga dengan pendapat Abu Hayyan, menurutnya kata قَيِّمًا itu badal mufrad dari badal jumlah “وَلَمْ يَجْعَلْ لَهُ عِوَجًا “.  Tidak mungkin seorang qari’ memulai bacaan (ibtida’) dari قَيِّمًا, sebagaimana juga tidak dibenarkan meneruskan bacaan (washal) dari ayat sebelumnya. Dengan pertimbangan alasan-alasan diatas, baik diwaqafkan maupun diwashalkan sama-sama kurang tepat, maka diberikanlah tanda saktah.

Pada saktah  QS. Yaasiin: 52 di dalam kalimat: مِنْ مَرْقَدِنَا سكتة هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ.  Menurut Ad-Darwisy lafadz هٰذَا itumubtada’ dan khabarnya adalah lafadz مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ . Berbeda halnya dengan pendapat Az-Zamakhsyari yang menjadikan lafadz هٰذَا itu na’at dari مَرْقَدِ, sedangkan مَا sebagai mubtada’ yangkhabarnya tersimpan, yaitu lafadz حق atauهٰذَا. Dari segi makna, kedua alasan penempatan saktah tersebut sama-sama tepat. Pertama, orang yang dibangkitkan dari kuburnya itu mengatakan: “Siapakah yang membangkitkan dari tempat tidur kami (yang) ini. Apa yang dijanjikan Allah dan dibenarkan oleh para rasul ini pasti benar”. Kedua, orang yang dibangkitkan dari kuburnya itu mengatakan: “Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami. Inilah yang dijanjikan Allah dan dibenarkan oleh para rasul ini pasti benar”. Dengan membaca saktah, kedua makna yang sama-sama benar tersebut bisa diserasikan, sekaligus juga untuk memisahkan antara ucapan malaikat dan orang kafir. 

Adapun lafadz مَنْ dalam QS. Al-Qiyamah: 27 pada kalimat مَنْ سكتة رَاقٍ dan lafadz بَلْ dalam QS. Al-Muthafifin: 14 pada kalimat بَلْ سكتة رَانَ adalah untuk menjelaskan fungsi مَنْ sebagai kata tanya dan fungsi بَلْ sebagai penegas dan juga untuk memperjelas idharnya lam dan nun, sebab apabila lam dan nun bertemu dengan ra’ seharusnya dibaca idgham, namun karena lafadz مَنْ dan بَلْ dalam kalimat مَنْ سكتة رَاقٍ dan بَلْ سكتة رَانَmempunyai makna yang berbeda, maka perlu dipisahkan (diidharkan) dengan waqaf saktah

Di samping itu, Imam Ashim juga menganjurkan membaca saktah, pertama, pada akhir QS. Al-Anfaal:75 dan permulaan QS. At-Taubah. Alasannya secara bahasa dipakai untuk memilah dua surat yang berbeda yang mana permulaan surat At-Taubah tidak terdapat atau diawali dengan basmalah. Kedua, pada QS. Al-Haqqah: 28-29 dimaksudkan untuk membedakan dua ha’ yakni ha’ saktah مَالِيَهْ dan ha’ fi’il هَّلَكَ.

4.  Tashil

Tashil menurut bahasa artinya memberi kemudahan, keringanan atau menyederhanakan hamzah qatha’ yang kedua, adapun menurut istilah qira’ahartinya membaca antara hamzah dan alif . Dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs hanya ada satu bacaan tashil yaitu pada QS. Fusshilat: 44

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْءَانًا أَعْجَمِيًّا لَّقَالُوا۟ لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهُۥٓ ۖ ءَاَعْجَمِىٌّ وَعَرَبِىٌّ ...

Alasan lafadz ءَاَعْجَمِىٌّ dibaca tashil, karena apabila ada dua hamzah qatha’ bertemu dan berurutan pada satu lafadz, bagi lisan orang Arab merasa berat melafadzkannya, sehingga lafadz tersebut bisa ditashilkan (diringankan).

5.  Naql

Naql menurut bahasa berasal dari lafadz نَقَلَ – يَنْقِلُ – نَقْلًا yang artinya memindah, sedangkan menurut istilah ilmu qira’ah artinya memindahkan harakat ke huruf sebelumnya. Dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs ada satu bacaan naqlyaitu lafadz بِئْسَ الْاِسْمُ pada QS. Al-Hujurat: 11. Alasan dibaca naql pada lafadz الْاِسْمُadalah karena adanya dua hamzah washal, yakni hamzah al ta’rif dan hamzah ismu yang mengapit lam, sehingga kedua hamzah tersebut tidak terbaca apabila disambung dengan kata sebelumnya. Faidahnya bacaan naql ialah untuk memudahkan dalam mengucapkannya atau membacanya.

6.  Badal (Mengganti)

Badal menurut bahasa artinya mengganti, mengubah, sedangkan maksud badal disini adalah mengganti huruf hijaiyah satu dengan huruf hijaiyahlainnya. Diantara lafadz-lafadz yang dibadal dalam Al-Qur’an menurut Imam Ashim riwayat Hafs yaitu :

1.    Badal ء dengan ي (فِي السَّمٰوٰتِ ائْتُوْنِيْ)

Yaitu mengganti hamzah mati dengan ya’, sebagian besar imamqira’ah sepakat mengganti hamzahqatha’ yang tidak menempel dengan lafadz sebelumnya dan jatuh sesudah hamzah washal dengan alif layyinah(ى). Contoh pada QS. Al-Ahqaf : 4,

…أَمْ لَهُمْ شِرْكٌۭ فِى ٱلسَّمٰوٰتِ ۖ ٱئْتُونِى بِكِتَٰبٍۢ…

Cara membacanya, yaitu apabila seorang qari’ membaca waqaf pada lafadz ( فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ ۖ) maka huruf ta’ mati dan hamzah mati diganti ya’  (فِى ٱلسَّمٰوٰتْ ۖ اِيْتُونِى ) sedangkan apabila dibaca washal tidak ada perubahan.

2.    Badal ص dengan س (وَيَبْصُۜطُ dan بَصْۜطَةً )

Yaitu mengganti shad dengan siin,sebagian imam qira’ah termasuk Imam Ashim mengganti ص dengan س pada lafadz وَيَبْصُۜطُ dalam QS. Al-Baqarah : 245 dan lafadz بَصْۜطَةً dalam QS. Al-A’raf : 69. Sebab-sebab digantinya huruf shad dengan siin pada kedua lafadz tersebut karena mengembalikan pada asal lafadznya, yaitu بَسَطَ – يَبْسُطُ.

Sedangkan pada lafadz بِمُصَيْطِرٍdalam QS. Al-Ghasyiyah : 22, huruf صtetap dibaca shad karena sesuai dengan tulisan dalam mushaf (rasm utsmani) dan menyesuaikan sifatithbaq dengan huruf sesudahnya (tha’)yang mempunyai sifat isti’la’. Adapun pada lafadz ٱلْمُصَۣيْطِرُونَ dalam QS. At-Thur : 37, huruf ص boleh tetap dibacashad dan boleh dibaca siin karena, pertama, mengembalikan pada asal lafadznya, yaitu سَيْطَرَ – يُسَيْطِرُ , kedua, menyesuaikan sifat ithbaq dengan huruf sesudahnya (tha’) yang mempunyai sifat isti’la’.

7.  Shilah 

Menurut ijma’ para ulama qurra’, bahwa apabila ada ha’ dlamir yang tidak diawali dengan huruf mati, maka ha’ dlamirtersebut harus dibaca panjang dan perlu ditambahkan huruf mad setelahnya, alasannya untuk menguatkan huruf ha’ dlamir tersebut karena tidak alasan yang mengharuskan membuang huruf setelahha’ dlamir ketika huruf sebelumnya hidup (berharakat). Namun para ulama qurra’kecuali Ibnu Katsir kurang senang menggabungkan dua huruf mati yang dipisah oleh huruf lemah (ha’), sehingga mereka membuang huruf mad dan memanjangkan ha’ dlamirnya, contoh لَهُ، بِهِ, ini adalah madzhab imam Sibawaih. Sedangkan apabila ha’ dlamir tersebut diawali dengan huruf yang mati (sukun) maka harus dibaca pendek, contoh مِنْهُ، إِلَيْهِ.

Dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs ada satu ha’ dlamir yang tetap dibaca panjang walaupun diawali dengan huruf mati, yaitu pada kalimat وَيَخْلُدْ فِيْهٖ مُهَانًا dalam QS. Al-Furqan : 69. Pada masalah ini, Imam Ashim riwayat Hafs sama bacaannya dengan Ibnu Katsir, yakni membaca shilah ha’ (فِيْهٖ ). Karena diketahui bahwa ha’ termasuk huruf lemah seperti halnya hamzah, sehingga apabila ha’ berharakat kasrah, maka sebagai ganti dari wawu mati adalah ya’dimaksudkan untuk menguatkan hurufha’, sehingga menjadi فِيْهِي  . Dalam literatur orang Arab sendiri jarang sekali ditemui wawu mati yang diawali kasrah. 

Alasan ha’ dibaca panjang pada lafadzفِيْهٖ dalam QS. Al-Furqan : 69 adalah untuk mengembalikan pada asal lafadznya, yaitu ـه berasal dari lafadz هُوَdan ketika disambung dengan lafadz فِيْakan menjadi فِيْهُوَ , namun karena ha’ dlamir tersebut diawali dengan ya’ mati yang sebenarnya identik dengan kasrah, sehingga harakat ha’ perlu disesuaikan dengan harakat sebelumnya dan merubah huruf mad berupa wawu menjadi ya’ untuk menyesuaikan dengan kasrah maka menjadi فِيْهِي dan huruf mad berupa ya’dirubah dengan kasrah berdiri, jadilah lafadz فِيْهٖ . Ada juga yang menyebutkan bahwa ha’ yang terdapat pada lafadz فِيْهٖdalam QS. Al-Furqan : 69 adalah ha’ khafdli artinya ha’ panjang yang berfungsi merendahkan, hal ini sesuai dengan konteks ayat yang menghendaki dipanjangkannya huruf ha’ dlamirtersebut.

Ada juga ha’ dlamir yang dibaca pendek walaupun diawali dengan huruf mati yaitu dengan membaca ha’ dlamir berharakat dammah tanpa shilah. Lafadz-lafadz tersebut diantaranya terdapat pada lafadzيَرْضَهُ لَكُمْ dalam QS. Az-Zumar : 7. Alasan dibaca pendek ha’ dlamir berharakat dammah pada lafadz يَرْضَهُ لَكُمْ dan lafadz-lafadz sejenisnya adalah untuk mengembalikan pada rasm mushaf yang tidak ada wawu madnya sesudah ha’ dlamir.

Lain halnya dengan lafadz عَلَيْهُ dalam QS. Al-Fath : 10, disini terdapat ha’ dlamiryang dibaca dammah walaupun jatuh setelah ya’ mati. Hal ini terkait denganasbabunnuzul ayat tersebut yang intinya tentang sifat memenuhi janji setia kepada Nabi dan berjihad di jalan Allah. Sifat memenuhi janji tersebut merupakan sifat yang luhur mulia dan luhur (rif’ah). Dan penempatan harakat dammah pada lafadz عَلَيْهُ memberikan nuansa kemuliaan dan keagungan sifat (akhlak). Karena suasana sosiologis dan keberadaan lafadz tersebut berada pada ayat yang menunjukkan kemuliaan dan keluhuran. Sehingga ada ulama yang menyebutkan bahwa ha’ dlamir tersebut disebut sebagai ha’ rif’ah (ha’ keluhuran).

Penjelasan Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an| Dalam qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs juga terdapat bacaan-bacaan lain yang dianggap gharib, akan tetapi lebih pada tulisan atau rasmnya (rasm utsmani) dan cara membacanya. Bacaan-bacaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :

1.            Lafadz-lafadz yang dibaca pendek ketika washal dan panjang ketika waqaf(قصر dan مد) 

a.    Lafadz ( اَنَا ) 

Sebab-sebab lafadz اَنَا dibaca pendek ketika washal (اَنَ) kecuali lafadz اَنَابَ, اَنَابُوْا, اَنَاسِيَّ, الْاَنَامِلَ, adalah karena fungsi alif tersebut hanya sebagai penjelas harakat seperti halnya menambahkan  ha’ ketika waqaf (ha’ sakt). Disamping itu juga, apabila ada isim yang hurufnya sedikit lalu di baca waqaf dengan sukun, maka suaranya akan terlihat janggal, sehingga ditambahkanlah alif supaya suara nun tetap sebagaimana asal lafadznya.

Sedangkan tidak ditambahkannyaalif  pada waktu membaca washalpada lafadz tersebut adalah karenanun sudah berharakat. Ada juga lafadz yang cara membacanya hampir sama dengan lafadz اَنَا yaitu lafadz لٰكِنَّا pada QS. Al-Kahfi : 38, yakni apabila lafadzلٰكِنَّا dibaca washal maka nun harus dibaca pendek( لٰكِنَّ ),sedangkan apabila dibaca waqaf maka nun tetap dibaca panjang (لٰكِنَّا). Hal ini karena lafadz لٰكِنَّا berasal dari lafadz  أناdan lafadz لكن.

b.    Lafadz الرَّسُوْلَا، الظُّنُوْنَا، قَوَارِيْرَا

Sebagian ulama qurra’ membaca lafadz-lafadz diatas dengan harakattanwin, sedangkan qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs tidak memakai harakattanwin pada lafadz-lafadz tersebut. Dan apabila membaca waqaf pada lafadz-lafadz tersebut, qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs tetap menyertakanalif atau dibaca panjang, sedangkan tidak menyertakan (membaca) alif atau dibaca pendek apabila huruf terakhir lafadz-lafadz tersebut diwashalkan. Hal ini disebabkan karena mencantumkan alif pada lafadz-lafadz tersebut adalah mengikuti rasm utsmani dan juga lafadz-lafadz tersebut masuk dalamsighat muntahal jumu’ yang termasukisim ghairu munsharif sehingga tetap mencantumkan alif tidak ditanwin. Sedangkan lafadz الظنونا، الرسولا، السبيلاwalaupun bukan termasuk jama’,namun lafadz-lafadz tersebut disesuaikan dengan sya’ir yang pada akhir ba’itnya terdapat fathah yang dipanjangkan dengan alif. Sehingga lafadz-lafadz tersebut tetap dibaca panjang ketika waqaf dan dibaca pendek ketika washal

c.     Lafadz مالك pada QS. Al-Fatihah: 4 danملك pada QS. An-Nas: 2

Qira’ah Imam Ashim riwayat Hafs membaca mim dengan alif (panjang) pada lafadz مالك dalam QS. Al-Fatihah: 4, sedangkan beberapa Imam qira’ah yang lain membaca  tanpa alif (pendek). Alasan Imam Ashim riwayat Hafs membaca dengan alif (panjang) adalah karena ada kaitannya  dengan lafadz مالك الملك  pada QS. Ali Imran: 26  yaitu قل اللهم مالك الملك  dan bukan tanpa alif yaitu ملك الملك   juga karena lafadz مالك berarti dzat yang memiliki, sedangkan lafadz ملك berarti tuan atau penguasa, tidak seperti halnya dalam lafadz ملك الناس  (tanpa alif) yang artinya Tuhan manusia dan hal itu tidak sesuai dengan makna untuk kata hari pembalasan يوم الدين . 

Jadi, lafadz مالك pada QS. Al-Fatihah: 4 dengan lafadz ملك pada QS. An-Nas: 2 tidaklah sama dalam membaca mimnya, terutama karena perbedaan segi maknanya sehingga dibedakan cara membacanya, walaupun beberapa Imam qira’ah selain Imam Ashim dan Al-Kisa’i membaca kedua lafadz tersebut sama-sama pendek ( ملك ).

2.            Dibolehkannya membaca fathah atau dammah pada ض dalam lafadzضعْف

Lafadz ضعْف pada QS. Ar-Rum: 54 yang lafadznya dibaca tiga kali pada ayat tersebut adalah merupakan masdar dari lafadz ضعُف – يضعَف sehingga beberapa Imam qira’ah berbeda cara membacanya. Imam Hamzah dan Syu’bah (salah satu murid Imam Ashim) membaca dlad pada lafadz  ضعْف dengan fathah, sedangkan sebagian Imam qira’ah yang lainnya dengan dammah.

Adapun Imam Hafs, membaca dladpada lafadz ضعْف dengan fathah dan dammah. Hal ini disebabkan karena dalam ilmu sharaf, lafadz  ضعُف – يضعَفmempunyai dua masdar yaitu lafadzضَعْف dan lafadz ضُعْف, seperti halnya lafadz فقر yang juga mempunyai duamasdar yaitu lafadz فَقْر dan lafadz فُقْر. Sehingga menurut qira’ah Imam Hafs huruf dlad pada lafadz ضعْف boleh dibaca fathah dan boleh dibaca dammah.

3.            Rahasia permulaan Surat At-Taubah

Penjelasan Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an| Dalam Mushaf Al-Qur’an rasm usmani, semua permulaan surat diawali dengan basmalah kecuali surat At-Taubah. Hal ini karena ada beberapa pendapat yang terkait dengan tidak ditulisnya basmalah pada permulaan surat At-Taubah. Pendapat pertama, bahwa Sahabat Ubay bin Ka’ab berkata : Rasulullah saw. pernah menyuruh kami menulis basmalah di awal setiap surat dalam Al-Qur’an, dan beliau tidak memerintahkan kami menulisnya di awal surat At-Taubah. Maka sebab itu, surat tersebut digabungkan dengan surat Al-Anfal dan hal itu lebih utama karena adanya keserupaan diantara keduanya. Sedangkan pendapat yang kedua, bahwa Imam Ashim berkata: Basmalah tidak ditulis di awal surat At-Taubah, disebabkan karena bacaan basmalah itu berisi tentang rahmat atau kasih sayang, sedangkan surat At-Taubah merupakan surat tentang azab atau siksaan kepada orang-orang musyrik.

Penjelasan Bacaan Gharib dalam Al-Qur'an| Adapun hukum tentang membaca basmalah pada permulaan surat At-Taubah diantaranya adalah, Imam Ibnu Hajar dan al-Khatib mengharamkan membaca basmalah di awal surat At-Taubah dan memakruhkan membacanya di tengah surat. Sedangkan Imam Ramli dan para pengikutnya memakruhkan membaca basmalah di awal surat At-Taubah dan mensunnahkan membacanya di tengah surat sebagaimana surat-surat dalam Al-Qur’an yang lain.

Rabu, 26 April 2017

13 Pesan Malaikat Jibril

Ketika melalui proses Israk, Rasulullah saw. dibawa berjalan melalui pelbagai peristiwa yang perlu diterjemahkan oleh Malaikat Jibrail apa pengertiannya. Berikut adalah 13 peristiwa yang dialami Rasulullah saw. sebagai panduan kepada kita sebagai umatnya;

Rasulullah dapat melihat kaum yang sedang bertanam padi dan terus dapat menuai hasil tanaman mereka. dan hal itu berlaku berulang-ulang kali.

Penerangan Jibrail - “Itulah kaum yang berjihad yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.”

Rasulullah tiba di sebuah tempat yang berbau harum. Itulah kubur Masyitah, pembantu Firaun bersama suaminya dan anak-anaknya yang dibunuh oleh Fir’aun kerana tetap teguh beriman kepada Allah.

Penerangan Jibrail - "Itulah balasan kepada mereka yang percaya dan berpegang teguh kepada Allah swt."

Rasulullah dapat melihat sekumpulan orang yang memecahkan kepala mereka dengan batu dan setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan lagi berulang kali.

Penerangan Jibrail - “Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud.”

Rasulullah bertemu dengan sekumpulan orang yang hanya menutup kemaluan mereka dengan secebis kain dan dihalau seperti binatang ternakan, serta makan bara api.

Penerangan Jibrail : “Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.”

Rasulullah berjumpa kaum lelaki dan perempuan yang memakan daging mentah yang busuk sedangkan daging yang dimasak elok ada di sisi mereka.

Penerangan Jibrail - “Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan perempuan itu masing mempunyai isteri atau suami.”

Rasulullah kemudian melihat seorang lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilontarkan dengan batu-batu.

Penerangan Jibrail - “Itulah orang yang makan riba.”

Rasulullah lalu bertemu lelaki yang kerjanya menghimpun seberkas kayu yang dia tak berdaya memikulnya, tetapi tetap degil lalu menambahkan lagi bilangan kayu yang mahu dipikulnya.

Penerangan Jibrail - “Itulah orang tak dapat memenuhi amanah yang sudah diterima tetapi masih berani mahu menerima amanah yang lain.”

Rasulullah kemudian berjumpa dengan satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan gunting besi, setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali menjadi seperti biasa.

Penerangan Jibrail - “Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.”

Rasulullah kemudian menemui sekumpulan orang yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka.

Penerangan Jibrail - “Itulah orang yang mengumpat dan menjatuhkan maruah, mencela serta menghinakan oang.”

Rasulullah juga dapat melihat seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit bentuknya dan saiznya. Tetapi apabila lembu jantan itu cuba memasuki semula lubang tersebut, lembu itu gagal.

Penerangan Jibrail - “Itulah orang yang bercakap besar kemudian menyesal, tetapi penyesalannya sudah terlambat.”

Datang seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan perhiasan lalu Rasulullah bertindak tidak memperdulikannya.

Penerangan Jibrail - "Itulah dunia. Jika diberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.”

Datang seorang lagi perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti lalu Rasulullah lagi sekali tidak menghiraukannya.

Penerangan Jibrail - "Itulah orang yang mensia-siakan usianya."

Akhir sekali, datang pula seorang perempuan yang badannya bongkok tiga menahan Rasulullah.

Terang Jibrail - “Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.”

Cuba kita lihat semula 13 pengajaran yang ada :

Berjihadlah menegakkan agama AllahBerpeganglah kepada Allah swt sebagai Tuhan Yang SatuUtamakan solatBayar zakatElak zinaElak ribaPenuhi amanahElak fitnahElak menghina orang lainElak perasaan bongkakUtamakan akhirat berbanding duniaJangan sia-siakan usiaDunia sudah sampai ke usia hujungnya

Rasanya dah faham kan apa yang sebenarnya kita perlu lakukan? Paling berat antara semua rasanya pesanan Jibrail nombor 11. Yang itu banyak antara kita tewas.

Rabu, 19 April 2017

Kumpulan Firmware Stock Rom Oppo Smartphone Indonesia

Kumpulan Firmware Stock Rom Oppo Smartphone Indonesia

Download kumpulan all Stock Rom Oppo Smartphone Indonesia yang tentunya dapat Anda gunakan untuk mengatasi permasalahan software Oppo seperti Botloop, Hardbrick, Mengatasi Sayangnya Aplikasi terhenti di Oppo, dll.

Sebelum Anda melakukan flashing atau Upgrade OS (Operasi system) Oppo Smartphone dengan firmware baru, Sebaiknya lakukan hard reset Oppo Smartphone dari menu recovery mode, Dalam beberapa kasus permasalahan seperti botloop dapat diatasi dengan cara melakukan hard reset.

Jika setelah melakukan hard reset permasalahan Anda tidak dapat teratasi, Oppo Smartphone masih mengalami permaslahan yang sama, Anda dapat melakukan Upgrade OS Oppo Smartphone dengan firmware baru, Silahkan download firmware Oppo Smartphone di link download dibawah ini.

Stock Rom/ Firmware Oppo Smartphone ini dapat Anda download secara gratis langsung dari official website www.oppo.com Indonesia, SIlahkan download firmware Color OS versi terbaru di link download Oppo Smartphone dibawah ini.

Link Download Stock ROM OPPO Smartphone Indonesia

List Stock Rom OPPO Smartphone.
Firmware OPPO F1s
Firmware OPPO F1 Plus
Firmware OPPO F1 Plus FCB Edition
Firmware OPPO A37
Firmware OPPO F1
Firmware OPPO R7s
Firmware OPPO R7 Plus
Firmware OPPO R7
Firmware OPPO N3
Firmware OPPO R5
Firmware OPPO Find 7
Firmware OPPO Neo 7
Firmware OPPO R7 Lite
Firmware OPPO Joy Plus
Firmware OPPO Mirror 5
Firmware OPPO Joy 3
Firmware OPPO Find 7a
Firmware OPPO Find 5 mini
Firmware OPPO Neo 3
Firmware OPPO Neo
Firmware OPPO Yoyo
Firmware OPPO Mirror 3
Firmware OPPO Find Mirror
Firmware OPPO Find 5
Firmware OPPO Find Way S
Firmware OPPO Find way
Firmware OPPO Neo 5
Firmware OPPO N1
Firmware OPPO R1
Firmware OPPO Joy
Cara Upgrade firmware OPPO Smartphone.

Cara Upgrade firmware OPPO Smartphone dapat dilakukan dengan 2 cara, Cara yang pertama dengan masuk ke menu setelan Oppo Smartphone, dari menu setelan Anda dapat melakukan Pembaruan System Oppo Smartphone dengan firmware baru yang sudah Anda download dan disimpan di SD Card. Cara ini tentunya dapat dilakukan jika pengguna Oppo Smartphone masih dapat mengakses menu home / Setelan.

Sedangkan cara yang kedua yaitu dengan masuk ke menu recovery mode, dari menu recovery Anda dapat melakukan Upgrade OS Oppo Smartphone dengan memilih pilihan menu recovery Instal from sd. Cara ini adalah cara yang sering kali kami gunakan untuk mengatasi permasalahan seperi Oppo Smartphone botloop.

Cara Upgrade Firmware Oppo Smartphone yang pertama
Download Stock Rom Oppo Smartphone yang sama dengan Oppo yang Anda gunakan
Copy Stock Rom Oppo Smartphone ke SD Card
Masuk ke Menu Setelan di Oppo Smartphone jika Anda masih dapat mengakses menu setelan Oppo Smartphone
Mamsuk ke Tentang Ponsel
Pilih Pembaruan System
Pilih Instalasi lokal
Selanjutnya klik Stock ROM Oppo yang sudah anda masukan ke SD Card dan tunggu proses Upgrade firmware Oppo Smartphone sampai selesai.

Cara Upgrade Firmware Oppo Smartphone yang kedua
Download Stock Rom Oppo Smartphone yang sama dengan Oppo yang Anda gunakan
Copy Stock Rom Oppo Smartphone ke SD Card
Matikan Oppo Smartphone
Masuk ke Menu Recovery Oppo Smartphone (Lihat disini Cara masuk ke menu recovery Oppo Smartphone)
Pilih Instal From SD
Pilih Stock Rom Oppo Smartphone yang berada di SD Card
Tunggu proses Update Oppo Smartphone sampai selesai.

Buat Anda yang mengalami kesulitan melakukan Upgrade Oppo smartphone, Silahkan lihat disini cara flash atau Upgrade OS Oppo Smartphone lengkap dengan gambarnya Upgrade manual OS Oppo SMartphone

Semoga artikel kumpulan firmware Stock Rom all Oppo Smartphone Indonesia ini dapat berguna buat Anda untuk mengatasi permasalahan software di Oppo Smartphone. Selamat mencoba.

Selasa, 18 April 2017

Cara Mencangkok Pohon Mangga

Untuk mendapatkan buah mangga yang berkualitas, Anda bisa melakukan budidaya dengan cara mencangkok. Mencangkok adalah cara pembiakan vegetatif buatan yang akan membantu memperbanyak tanaman yang sifatnya sama dengan indukan.

Dengan metode cangkokan Anda bisa menghasilkan buah lebih cepat dan pertumbuhan pohonnya tidak terlalu besar. Oleh karena itu saat ini rata-rata bibit buah (tanaman muda yang sudah jadi dan siap tanam) didapatkan dengan cara cangkok. Salah satunya adalah bibit jenis pohon mangga.

Mangga atau Mangifera indica merupakan buah yang banyak disukai semua orang. Supaya Anda bisa mendapatkan pohon mangga yang berbuah lebat dan enak, Anda bisa mengembangbiakannya dengan cara cangkok. Di toko online tanaman kami ini, kami juga menjual bibit mangga yang pada umumnya semua didapatkan dengan cara cangkok.

Keuntungan Mencangkok Mangga

Salah satu kelebihan metode menanam menggunakan cangkok, adalah pohon mangga-nya lebih cepat menghasilkan buah, jauh lebih cepat ketimbang perkembangbiakan mangga dari biji.
Berikut ini keuntungan atau kelebihan mencangkok pohon mangga yang akan Anda dapatkan:

Pohon mangga akan mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Jadi jika induk mangganya enak dan manis maka hasil cangkokannya juga akan mempunyai rasa buah mangga yang sama.

Pohon mangga cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan pohon mangga yang ditanam dengan menggunakan biji.
Kualitas dan produksi buahnya akan sama dengan induknya.

Tingkat keberhasilannya lebih tinggi. Jadi sangat cocok buat Anda yang ingin berbisnis buah mangga.
Kekurangan Metode Cangkok Mangga
Selain keuntungan, teknik mencangkok tentu juga mempunyai kekurangan. Berikut ini kekurangan dari metode mencangkok.

Tanaman mangga biasanya lebih mudah roboh. Kekuatannya tidak sebagus tanaman yang ditanam dengan biji.
Pada saat musim kemarau pohon mangga tidak tahan kering.
Dalam satu pohon induk hanya bisa melakukan beberapa pencangkokan saja, jadi tidak bisa memperbanyak tanaman dalam jumlah banyak.
Pohon mangga induknya menjadi rusak karena bagian cabang banyak yang di potong.

Itulah keuntungan dan kekurangan dari metode mencangkok. Setelah mengetahui hal tersebut Anda bisa memulai untuk melakukan persiapan mencangkok.

Kriteria Indukan Mangga Yang Baik Untuk Dicangkok
Supaya metode mencangkok Anda sukses anda harus memilih indukan yang bagus. Banyak orang yang gagal karena tidak memilih indukan yang baik. Oleh karena itu sebelum membahas mengenai alat dan bahan serta teknik pencangkokan, saya akan sedikit membahas mengenai kriteria pohon mangga yang tepat untuk dicangkok supaya menghasilkan buah mangga yang bagus.

Harus Dari Induk Yang Produktif
Kriteria yang paling penting pada saat memilih indukan pohon mangga adalah memilih indukan yang produktif. Berarti indukan tersebut harus terbukti menghasilkan buah yang banyak, buah mangga yang manis, pertumbuhannya baik, dan bebas dari penyakit.

Tentunya mencangkok pohon mangga bertujuan untuk menghasilkan pohon mangga yang menghasilkan banyak buah dengan lebih cepat. Jadi Anda harus memilih indukan yang sudah benar-benar terbukti produktif. Pilihlah batang indukan yang sudah dewasa. Paling tidak indukan sudah berumur 2 tahun. Jadi batang sudah siap untuk dicangkok dan sudah terbukti hasil produksinya.

Pilih Batang Yang Tidak Lecet, Luka Dan Kuat
Salah satu ciri batang yang bagus untuk dicangkok adalah yang tidak terdapat luka atau memar pada bagian kulit batangnya. Selain itu batangnya harus kuat dan kokoh. Pada saat anda mengelupas kulit batang, akan ada cairan yang keluar disekitar tempat pengelupasan. Cairan tersebut berasal dari cambium yang merupakan khas

Jumat, 14 April 2017

Cara Merawat Burung sirtu

Cara merawat burung Sirtu Cipoh anakan agar jinak

Burung Cipoh atau Burung Sirtu sebenar nya untuk cara merawat burung sirtu tidak jauh berbeda di bandingkan dengan perawatan jenis burung lainya namun bila kita baru memiliki burung anakan jenis sirtu maka ada beberapa hal yang harus kita perhatikan mulai dari jenis pakan yang baik untuk anak (trotolan) dan juga waktu yang tepat memberinya makan,di alam bebas burung sirtu menyukai jenis serangga rangrang atau kroto dan juga laba laba akan tetapi jenis pakan tersebut tidak berlaku bagi anakan burung sirtu.

Bagi penggemar burung kicauan akan senang bila memiliki burung sirtu yang berjenis kelamin jantan daripada yang berjenis kelamin betina,ini karena burung sirtu jantan memiliki suara kicauan yang gacor untuk itu maka sebaiknya silakan baca Cara mengetahui jenis kelamin burung sirtu

Jenis pakan yang baik untuk anakan burung sirtu adalah:
Tahu,tahu merupakan makanan yang banyak mengandung protein maka dari itu sangat baik untuk burung sirtu,berikan pakan tahu yang telah kita tumbuk hancurkan menjadi lembut lalu kita berikan dengan cara menggunkan teknik lolohan,dengan menggunakan cara lolohan ini juga akan membuat burung sirtu cepat jinak untuk waktu meloloh anakan burung sirtu sekitar jam 6 pagi.berikan pakan 4 kali dalam sehari.

Berikan pakan berupa SUN,pakan sun juga sangat cocok untuk burung sirtu dan juga di sukai burung lovebird anakan
Serangga jenis ulat hongkong juga sangat cocok untuk kita berikan anakan burung sirtu berikan sebanyak 5 ekor saja jangan terlalu banyak,berikan 4 kali dalam sehari jam 6 jam 10 jam 2 dan jam 5.

Cara merawat anakan sirtu sangat mudah sekali yang harus kita perhatikan sebenarnya adalah kebersihan sangkar nya.maka bersihkan sangkar dari sisa makanan maupun kotoran yang menempel pada bagian bawah sangkar namun bila anakan masih di sarangnya maka bersihkan juga sarangnya.

Perawatan harian burung sirtu dewasa
Setiap pagi hari usahakan burung sirtu dewasa kita jemur di teriknya matahari pagi sekitar jam 7 sampai dengan jam 8 pagi saja.

Setelah burung sirtu kita mandikan jemur selanjutnya kita berikan pakan berupa ulat hongkong dan serangga jenis jangkrik,jangkrik merupakan pakan yang baik agar sirtu cepat gacor dan suara yang di hasilkan bisa ngeplong

Setelah kita berikan pakan selanjutnya mandikan burung dengan cara semprot pada bagian bulu bulunya lalu kita jemur lagi selama setengah jam saja.

Setelah setengah jam kita jemur angkat sangkar dan tempatkan sangkar burung sirtu di tempat teduh di teras rumah maupun di bawah pohon (sangkar kita gantung).

Bila perlu berikan masteran suara kicauan burung.